Tentang byzandin
Bismillahirrahmanirrahim,
Fauzan Syarifuddin hanyalah seorang hamba berusaha menjadi ‘makhluk Tuhan yang paling sexy’ yang ingin ’kembali’ pada-Nya dengan hati yang bersih dan jiwa yang tenang. aamiin
Hai jiwa yang tenang.Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha lagi diridhai-Nya.Maka masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku,dan masuklah ke dalam surga-Ku. (QS.Al-Fajr:27-30)
Setelah mampir-mampir ke berbagai jenis blog yang ada di dunia maya, ternyata asik juga ya punya personal blog (jadi ketularan). Nih saya dapetin alasan psikologis fenomena dunia nge-blog – nge-frienster – nge-multiply – (gak pake nge)etc – dll –dkk …. [ nih hasil copy pastenya] =>
“Lhaiyalah, dear, semua juga prinsipnya: maa khalaqta hadzaa baathila. Ndak ada yang sia-sia, semua pasti ada manfaatnya. Setan aja punya manfaat kok..:p
Then, aku cuma mencoba mengkritisi fenomena friendster ini hadir karena apa? pasti untuk mengakomodir suatu kebutuhan tertentu, kan? nah, kebutuhan apa kira2? kebutuhan paling mendasar..yang mungkin ga setiap orang bisa mengkritisi substantially.
Alasan: eksistensi aku temukan setelah ngebaca berhari-hari berbagai friendster yang berhasil aku masuki. Masing-masing comment and testimony aku documented, sampe kemudian aku beroleh kesimpulan seperti itu.
But, take it easy dear..ga salah juga kok dengan kata ‘eksistensi’ -walau sangat berbau hawa-nafsu..lha kalo orang ndak punya kebutuhan untuk eksis, ndak ada hawa-nafsu, nanti masjid penuh semua dooong..
haiiyyyaaa!;)
Akhirnya, terbit juga keinginan untuk membuat blog. Setelah Jalaluddin Rumi, Sa’di adalah pujangga sufi kedua yang saya kagumi (terus hubungannya apa???). Simak kisah Jalaluddin Rumi dalam Fihi ma fihi :
Pukul mundur musuhmu dengan sesuatu yang baik untuk menghancurkannya dengan dua cara. Musuhmu bukanlah daging dan tulangnya, melainkan pikiran jahatnya. Ketika ia dipukul mundur darimu dengan banyaknya terimakasih, ia akan dipukul mundur darinya juga. Hal ini terjadi secara alamiah, sebagaimana perkataan, “Lelaki adalah budak kebajikan.” Cara kedua adalah biarkan dia melihat bahwa apa yang dia katakan atau dia lakukan, tidak berdampak apa-apa bagi dirimu. Ketika anak kecil memanggil anak yang lain dengan sebuah nama, dan anak kedua akan memanggil anak pertama sebuah nama kembali, anak pertama akan merasa tertarik setelah melihat bahwa apa yang dia lakukan berpengaruh pada anak kedua. Tapi apabila yang melihat tidak ada perubahan atau dampak, ia menjadi tak tertarik lagi.
Begitulah cara kedua dilakukan, ketika sifat kesabaran ini terjawantahkan di dalam dirmu, fitnah musuhmu menjadi tak berbekas apa-apa dan dia melihat dirimu bukan sebagai dirimu. Maka menjadi jelas bukan martabatmu yang direndahkan, melainkan martabat musuh selain kebohongannya terungkap. Maka, engkau memberi dia racun dengan memuji dia, dengan mengucap terimakasih, karena sementara dia memperhatikan kekurangan pada dirimu, engkau mengejewantahkan kesempurnaanmu sebagai kekasih Tuhan seperti mereka memaafkan aku; karena Tuhan mencintai yang bermurah hati [QS. 3: 134]. Seseorang yang menjadi kekasih Tuhan tidak akan merasa kekurangan. Pujilah musuh-musuhmu sedemikian rupa hingga teman-temannya akan mulai heran pada diri mereka dan berkata, “Dia pasti mengkhianati kita, karena orang lain itu bersepakat dengannya.”
Cabutlah cambang mereka dengan lembut
Betapapun mereka kaya dan berkuasa
Patahkan leher mereka dengan kemantapan
Betapapun kuatnya mereka
Semoga Tuhan memberkahi kita dengan keberhasilan dalam hal ini!
Simak Juga kisah pertama Sa’di dalam Gulistan:
“Telah saya dengar kisah seorang raja yang memberi isyarat untuk membunuh tawanannya. Orang malang itu, dalam keadaan putus asa, mulai mencaci maki raja dan mengeluarkan kata-kata kotor. Bak pepatah: Siapa saja yang membersihkan tangan kehidupan , semua yang ada dalam hatinya ia uangkapkan.
Dalam bahaya, ketika kamu tak mungkin meloloskan diri
Tanganmu akan nekad memegang ujung pedang yang tajam
Jika orang putus asa, lidahnya akan panjang
Seperti kucing, yang menyerang anjing yang mengalahkannya
Raja bertanya:‘Apa katanya?’ Seorang mentri yang baik budi berkata: ‘Baginda, Tuhan bersabda: Dan orang-orang yang menahan amarahya dan memaafkan manusia.’ Raja jatuh iba kepada orang itu dan tidak jadi membunuhnya. Menteri yang lain, saingan mentri yang tadi, berkata: ‘Orang seperti kita hanya boleh berkata yang benar dihadapan raja. Orang ini telah melecehkan raja dan mencacinya.’ Mendengar perkataan itu, raja gusar dan berkata: ‘Kebohongan yang dia ucapkan lebih bisa diterima daripada kebenaran yang kamu ucapkan. Karena dia mengucapkannya dengan maksud baik dan kamu mengucapkannya dengan niat buruk.’ Orang bijak berkata
Durugh-e mashalat amiz, beh keh rasti fitnah an-giz
“Kebohongan yang mendatangkan kebaikan,
Lebih baik dari kebenaran yang membawa kekacauan.”
Saya terilhami dari kisah dua pujangga sufi diatas dalam pembuatan personal blog ini, pertama yang menjadi musuh bukanlah daging dan tulang tapi pikiran jahatnya. Jadi gagasan dibutuhkan melalui tulisan. Saya merasa tidak punya bahan yang bagus untuk dituliskan. Dan saya tidak mau asal posting begitu saja. Saya harus menemukan bahan yang bermutu, umumnya dari bacaan. Dalam banyak hal saya tidak lihai dalam menulis ataupun banyak membaca.
Ketika saya harus memilih antara membuat blog yang alakadarnya/buruk dengan tidak membuat samasekali, saya akhinya memilih yang pertama. Lebih baik blog yang alakadarnya/buruk dengan maksud baik ketimbang bloq baik dengan maksud yang buruk.
Fauzan nama ngepopnya zandin Saat ini sedang menjalani ‘rawat jalan’ Psikologi UMM (S1), do’a kan cepet lulus ‘tepat waktu ya’ ^^!! (lagi ada sedikit error*;).
Yang berniat baik dan ingin bersilaturahim silahkan menghubungi:
e-mailku: gozandin@yahoo.com
HP : 0341-7363xxx
Banyak yang bilang saya tersesat jurusan, yang seharusnya di teknik informatika nyasar ke psikologi. Mungkin gara-gara sakit yang diderita kaleee’ harus menjalani berobat jalan di fakultas psikologi, itung-itung berobat sambil belajar. Saya tipe orang yang menyukai ’kesunyian/kebersendirian’ (bukan jomblo terusan) daripada keramaian (jadi inget petikan lagu mbak melly guslow kadang sendiri memang lebih baik), sangat senang menyendiri dan merenung di tempat-tempat sepi (introvert). Suka berpetualang dari satu daerah kedaerah lain, yang tidak puas hanya melihat peta atau membolak-mbalik buku (ilmul Yaqin) tentang daerah atau tentang keanekaragaman manusia beserta ‘keanehannya’ atau sekedar mendengar dari teman atau melihat dari media (ainul Yaqin), tetapi lebih mantap jalan-jalan sambil kuliah di universitas kehidupan (chieleee’) bahasa qur’annya “fashshirru fil ardh” (berjalan ke muka bumi) untuk ‘mencari pengalaman’ INIKAH RASANYA (Haqqul Yaqin).
Saya suka disain-mendisain (pake CorelDraw), Tasawuf, jadi spedamen (manusia yang suka bersepeda pancal), jalan-jalan, psikologi. (kok psikologi-nya belakangan ya? Hehe.. salah jurusan kali?)
‘byzandin’ adalah kalimat yang saya buat dan secara harfiah berarti “oleh zandin”. By mean is oleh artinya blog ini diolah oleh zandin, bukan berarti tulisan atau bahan yang di posting kedalam blog ini 100% hasil karya saya sendiri. Sedangkan zandin merupakan kepanjangan dari fauzan syarifuddin.
“Biarkan api kemudaan bergabung dengan api keimanan dalam rangka meningkatkan cahaya kehidupan dan menciptakan dunia aksi baru bagi generasi masa depan.” (Iqbal)
Semoga Bermanfaat. Aamiin
Juli 16, 2008 at 6:44 am
Salam’alaikum Zandin
Zandin pola pencarian kamu sepertinya sama dengan aku
Semoga kita bisa berbagi ya…
Juli 23, 2008 at 2:29 pm
Waalaikumussalam… Dimas
Insya Allah,
Semoga Allah menunjukkan jalan-Nya …. Amin.