Kepint@r@n Soleh

Setelah sholat ba’da ashar, Soleh duduk di serambi asrama. Tak lama kemudian, Mamat, senior Soleh, datang menghampirinya.

“Leh, ayo ikut saya.”

“ke mana, Kang?

“Udaaaah… yang penting kamu ikut saya!”

Karena Mamat senior maka Soleh manut saja.

Di jalan Soleh merasa penasaran, Karena tak biasanya mamat mengajak jalan-jalan setengah memaksa. Akhirnya, Soleh pun memberanikan diri bertanya.

“Kita sudah berjalan 100 meter, kalau boleh saya tahu, mau kemana sebenarnya kita ini, Kang?”

“Leh… Leh… kamu rewel banget sih. Kalau dalam shalat, kamu itu makmum dan saya imamnya. Makmum itu manut sama imam. Imam sujud ya makmum harus sujud, tidak usah pakai nanya. Kata kaidah fiqh namanya at-tabi’u tabi-un, pengikut itu harus ngikut! Udah-udah jangan banyak tanya, kita sudah sampai nih.” Jelas Mamat sedikit ceramah.

Keduanya masuk ke warung burjo (bubur kajang ijo). Sebuah warung yang tidak hanya menyediakan burjo, tatapi juga menyediakan makanan cepat saji, dan aneka minuman, panas dan dingin.

“Saya pesan mie goreng plus telor. Minumannya soda susu diaduk pakai madu. Leh, kamu mau pesan apa, tinggal bilang?” Kata Mamat menawari Soleh.

“Mas saya pesan seperti kang Mamat. Mie goreng plus telur, minumannya soda susu, mmmm… di… aduk pakai madu.”

Setelah selesai makan, keduanya pulang, balik ke ke Asrama. Soleh kelihatan sumringah, dia tidak menyangka Kang Mamat, seniornya mau mentraktir tanpa ada sebab.

Sebaliknya, muka hajar kelihatan masam.

“Kamu kok ngikut-ngikut saya saja sih, saya pesan mie goreng plus telor, kamu ngikut. Saya pesan soda susu diaduk pakai madu, kamu juga soda susu pakai madu. Gimana sih, kamu itu, Leh?”

“Lo gimana to sampean itu, katanya at-tabi’u tabi’un. Yaa… Saya mau saja. Wong kata sampean, tadi itu kaidah fiqh!’ jawab Soleh puas.

Mamat diam, mungkin merasa rugi pakai dalil segala.

Explore posts in the same categories: Humor

Comment: